Close

Cara Deteksi Potensi Kebangkrutan

Akibat pandemi COVID-19 yang terjadi di Indonesia sejak bulan Maret lalu menyebabkan berbagai sektor bisnis terganggu. Koreksi yang sangat dalam pada IHSG serta adanya potensi anjloknya kinerja keuangan emiten menyebabkan investor menjadi ketar-ketir mengenai keberlanjutan investasi mereka. Kebijakan pemerintah untuk memutus rantai penyebaran pandemi dengan kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) tentunya menyebabkan kegiatan bisnis menjadi menurun dan dampak perekonomian secara umum di Indonesia adalah terjadinya perlambatan. Meskipun saat ini PSBB sudah mulai dilonggarkan di beberapa daerah, namun efeknya pasti masih akan terasa. Alhasil, potensi kebangkrutan pun mengancam perusahaan yang kinerja bisnisnya terkena dampak besar akibat pandemi ini.

Pada dasarnya, sebuah bisnis terlepas dari besar atau kecilnya tentu akan mengalami berbagai tantangan dalam menjalankan bisnisnya. Salah satu risiko tersebut adalah financial distress atau permasalahan keuangan. Jika permasalahan keuangan ini dibiarkan terus menerus maka akan memungkinkan terjadinya kebangkrutan.

Kebangkrutan sendiri bisa diartikan sebagai kegagalan perusahaan dalam memenuhi kewajibannya dari pendapatan yang dihasilkan sehingga akan menyebkan kegiatan perusahaan menjadi terhenti. Sebelumnya kami sudah pernah membahas mengenai metode yang dapat digunakan untuk menilai potensi kebangkrutan dan umumnya digunakan oleh investor yaitu Altman Z-score.

Bagaimana metode kerja Altman Z-score

Selengkapnya: Altman Z Score Alat Deteksi Kesehatan Perusahaan

Market Intelligent: Danny Ramadhan
Editor: Novi DA