Close

Review Emiten Sektor Perkebunan Sawit Indonesia

Kelapa sawit merupakan salah satu komoditas hasil perkebunan yang mempunyai peran cukup penting dalam kegiatan perekonomian di Indonesia. Kelapa sawit juga salah satu komoditas ekspor Indonesia yang cukup besar sebagai penghasil devisa negara selain minyak dan gas. Selain itu, Indonesia juga merupakan negara produsen dan eksportir kelapa sawit terbesar dunia.

Pada waktu krisis ekonomi, sektor pertanian merupakan sektor yang cukup kuat menghadapi goncangan ekonomi dan ternyata dapat diandalkan dalam pemulihan perekonomian nasional. Ekspor minyak kelapa sawit Indonesia menjangkau lima benua yaitu Asia, Afrika, Australia, Amerika, dan Eropa dengan pangsa utama di Asia. Lima besar negara pengimpor CPO Indonesia adalah India, Belanda, Singapura, dan Italia.

Di Indonesia perusahaan produsen minyak sawit dapat dikatakan telah berkembang. Beberapa perusahaan juga telah terdaftar di Bursa Efek Indonesia. Tiga diantaranya yang memiliki pangsa pasar paling besar adalah PT Astra Agro Lestari Tbk (AALI), PP London Sumatra Indonesia Tbk (LSIP), dan PT Sinar Mas Agro Resources & Technology Tbk (SMAR).

Total ekspor minyak kelapa sawit selama lima tahun terakhir cenderung meningkat, kecuali pada tahun 2016 yang mengalami penurunan. Berikut adalah grafik ekspor minyak kelapa sawit mulai dari tahun 2013-2018.

Data di atas menunjukkan bahwa peningkatan ekspor minyak kelapa sawit Indonesia berkisar 9%-15% per tahun, dimana pada tahun 2016 mengalami penurunan sebesar 11,22%. Selanjutnya, pada tahun 2017 total volume ekspor kembali mengalami peningkatan sebesar 15,77%. Pada tahun 2013 total volume ekspor mencapai 22,220 juta ton, meningkat menjadi 29,070 juta ton pada tahun 2017.

Berikut kinerja tiga perusahaan sawit terbesar di Indonesia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar

Data Penjualan LSIP, AALI dan SMAR selama 6 tahun terakhir
Diolah dari Laporan Keuangan LSIP AALI SMAR

Kinerja penjualan ketiga perusahaan menunjukan hasil yang positif selama 6 tahun terakhir. Data historis LSIP menunjukkan selama 6 tahun terakhir kinerja penjualan tidak bertumbuh namun masih positif. Penjualan LSIP terendah Rp 3.848 milyar diperoleh pada tahun 2016, sedangkan penjualan tertinggi LSIP diperoleh pada tahun 2017 yaitu sebesar Rp 4.738 milyar dengan presentase sebesar 23,19%. Pada perusahaan AALI penjualan tertinggi diperoleh pada tahun 2018 yaitu sebesar Rp 19.084 milyar, kenaikan tertinggi selama 6 tahun terakhir terjadi pada tahun 2013 ke tahun 2014 dengan presentase sebesar 22,26%. SMAR memiliki tingkat penjualan yang tinggi dibandingkan dengan dua perusahaan sebelumnya, dengan nilai penjualan tertinggi selama 6 tahun terakhir yaitu sebesar Rp 37.392 milyar pada tahun 2018.

Data Laba Bersih LSIP, AALI dan SMAR selama 6 tahun terakhir
Diolah dari Laporan Keuangan LSIP AALI SMAR

Dari data historis perusahaan di atas, pertumbuhan laba LSIP tidak terlalu signifikan naik atau turunnya dari tahun ke tahun. Laba tertinggi LSIP diperoleh pada tahun 2014 yaitu sebesar Rp 917 milyar. Perusahaan AALI selama 6 tahun terakhir memperoleh laba tertinggi yaitu sebesar Rp 2.621 milyar pada tahun 2014, kenaikan laba bersih tertinggi terjadi pada tahun 2016 dengan persentase sebesar 67,07%. Sedangkan SMAR, memperoleh laba bersih yang naik turun dari tahun ke tahun. Di tahun 2015 perusahaan sempat mengalami defisit sebesar Rp 386 milyar, tetapi di tahun berikutnya perusahaan mampu naik sebesar 114,8% dengan nilai laba bersih sebesar 2.600 milyar.

Laba bersih ketiga perusahaan sawit terbesar di Indonesia berdasarkan nilai kapitalisasi pasar perbedaannya memang cukup tinggi. Ada selisih yang besar antara penjualan dengan laba bersih, hal itu terjadi karena rata-rata perusahaan pada sektor sawit memiliki Harga Pokok Penjualan (HPP) yang tinggi, sehingga dapat mengurangi laba kotor yang dihasilkan oleh perusahaan. Dapat dilihat dari data di atas bahwa di tahun 2018 penjualan SMAR mencapai Rp 37.392 milyar, tetapi HPP pada tahun 2018 sebesar Rp 32.758 milyar. Selain itu, laba kotor juga masih dikurangkan lagi dengan beban usaha dan pajak. Sehingga selisih laba bersih dengan penjualan memang besar. Laba bersih dalam perusahaan ini merefleksikan seberapa efektif perusahaan dalam mengelola kegiatan operasionalnya.

Bagaimana analisa jangka pendek dan teknikal AALI dan LSIP?

Kami akan bahas khusus untuk member Private Trading Room (PTR) lengkap dengan trading plannya.

Link: http://yefadvisor.com/jangkapendek-aali-lsip/

Jika anda belum jadi member Private Trading Room,
Daftar disini

Informasi layanan kami selengkapnya, dapat anda lihat di menu Layanan

Market Intelligent: Mahmudi Islamudin
Editor: Muhammad Avicenna Jauhar Maknun

Social Share