Close

Analisa Data Pergerakan IHSG Bulan September

Kinerja Indeks Harga Saham Gabungan mencatatkan kinerja positif sebesar 1,73% pada bulan Agustus 2020. Meskipun begitu, perdagangan saham ditutup melemah pada Senin (31/08). IHSG mengalami koreksi sebesar 2,02% turun 108,17 poin. Penurunan ini disebabkan Capital outflow investor asing dari pasar reguler yang mencapai Rp.1,92 triliun.

Pada penutupan perdagangan Agustus, sektor consumer turun -21,52 poin, sektor mining turun-16,51 poin, sektor manufacture turun -17,78 poin, infrastructure turun -18,78 poin, Basic-IND turun -8,91 poin, sektor trade turun -8,67 poin, sektor property turun -5,66 poin dengan penurunan tajam pada sektor finance turun -35,55 poin dan MISC-IND turun -29,30 poin. Hanya sektor Agri yang mengalami kenaikan sebesar +1,93 poin.

Lalu bagaimana IHSG pada September 2020?

Grafik Pergerakan IHSG dalam 5 Tahun

Bila menilik pergerakan IHSG dalam 5 tahun terakhir, Kinerja bulan September ditahun 2016, 2018, dan 2019 mengalami koreksi, dengan rata-rata kinerja -1,86 dalam lima tahun kebelakang dan hanya pada September 2017 IHSG mengalami kenaikan. Melihat hal tersebut, pergerakan IHSG mengalami kenaikan dari Mei dan mengalami koreksi sekitar bulan Juli-September.

Pada tahun 2020 ini, IHSG telah mengalami kenaikan sejak April 2020 setelah jatuh hingga -16,76% pada bulan Maret. Setelah mengalami kenaikan pullback pada April, IHSG secara berkelanjutan mencatatkan kenaikan hingga bulan Agustus kemarin. Jika melihat data historis yang menunjukkan kinerja bulan September cenderung terkoreksi/terjadi penurunan, kami memprediksi penurunan juga akan akan terjadi pada bulan September tahun ini. Selain data historis yang mendukung untuk turun di bulan September, akan ada beberapa data penting seperti laporan GDP kuartal 3 yang kemungkinan akan menjadi trigger koreksi IHSG.

Baca lagi : Cara Antisipasi Penurunan $IHSG

Penurunan IHSG juga dapat terjadi karena sentimen laporan keuangan emiten yang buruk. Hal tersebut terjadi karena kondisi perekonomian global yang masih terus tertekan akibat pandemi Covid-19 sehingga roda ekonomi cenderung bergerak lambat. Kondisi deflasi yang kembali terjadi di Indonesia juga memicu melemahnya IHSG. Angka inflasi Agustus kembali turun menjadi -0,05% MoM dari sebelumnya -0,1%. Hal ini menimbulkan kekhawatiran terjadinya resesi di Indonesia.

Sentimen Covid-19 memang sangat berpengaruh besar terhadap perekonomian secara global. Pemerintah Indonesia sendiri melalui Penyelamatan Ekonomi Nasional (PEN) telah menerapkan berbagai bauran kebijakan. Mulai dari menurunkan tingkat suku bunga, pemberian bantuan baik langsung tunai atau tambahan gaji bagi pekerja, dan melonggarkan kredit bagi sektor bisnis. Harapannya dengan kebijakan ini mampu menggeliatkan konsumsi masyarakat sehingga roda perekonomian akan berputar.

Summary

Penurunan kinerja atau koreksi IHSG pada bulan September merupakan hal yang wajar dilihat secara data historis. Selain itu didukung oleh data-data penting seperti laporan GDP Q3 dan Laporan emiten yang kemungkinan masih belum pulih akibat pandemic. Meskipun demikan penurunan ini akan tetap menjadi sebuah keuntungan bagi investor untuk mengambil peluang dari koreksi pada harga saham.

Mari tangkap peluang menangkap saham-saham layak investasi diharga terbaik bersama YEF dilayanan Private Investing Room.

Dapatkan rekomendasi saham layak investasi lengkap dengan panduan akumulasi sampai dengan distribusi serta anda juga dapat berkonsultasi terkait portofolio anda saat ini

Market Intelligent: Isna Fauziah
Editor: Yusuf Efendi

Social Share