Close

Pengaruh Kebijakan Suku Bunga Terhadap Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)

Hari ini tanggal 19 November 2020, Bank Indonesia akan mengumumkan suku bunga acuan BI 7-Day Repo Rate. BI Rate merupakan suku bunga kebijakan yang mencerminkan sikap atau stance kebijakan moneter yang ditetapkan oleh Bank Indonesia. Sepanjang tahun 2020, Bank Indonesia sudah menurunkan suku bunga sebanyak 4 kali dengan 100 basis poin (bps) dari 5,00% menjadi 4,00%. Penurunan tersebut dimulai sejak tanggal 20 Februari 2020 yang semula 5,00% menjadi 4,75%. Sejak 16 Juli 2020 hingga sekarang, tingkat suku bunga stagnan yaitu sebesar 4,00%.

Berikut Kami Tampilkan Tabel Suku Bunga Acuan Bank Indonesia dan Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) Sejak Awal Tahun 2020

source: www.bi.go.id dan tradingview.com

Berdasarakan Consensus dan Forecast yang di release tradingeconomics.com, tingkat suku bunga acuan akan dipertahankan yaitu sebesar 4%.

Lalu, Bagaimana Suku Bunga Acuan Dapat Mempengaruhi Pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG)?

Bagi sebagian besar investor, adanya penurunan suku bunga menjadi stimulus yang positif bagi pasar modal domestik, karena turunnya suku bunga ini akan menyebabkan jumlah uang beredar meningkat dan tentunya akan meningkatkan dana yang masuk ke pasar modal pula. Selain itu penurunan suku bunga juga berdampak terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) meskipun tidak secara langsung dirasakan. Apabila suku bunga acuan turun, investor akan lebih memilih menanamkan dananya di pasar saham yang memiliki kemungkinan untuk mendapatkan return lebih besar dibandingkan menaruhnya di deposito Bank karena turunnya suku bunga mengakibatkan turunnya pula presentase return yang didapatkannya.

Sebaliknya, jika suku bunga mengalami kenaikan, maka investor akan cenderung memilih menanamkan dananya di dalam deposito Bank karena return yang didapatkan lebih tinggi. Dampaknya aliran uang Investor ke Bursa Efek Indonesia (BEI) berkurang dan dapat mengakibatkan terjadinya penurunan harga Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG).

Lebih lanjut, apabila Bank Indonesia tetap mempertahankan suku bunga acuan sebesar 4,00% maka pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dinilai akan mengalami kenaikan walaupun tidak signifikan mengingat presentase suku bunga yang sebelumnya juga sebesar 4,00% namun Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami kenaikan semenjak Juli 2020 hingga sekarang sebesar +8% meskipun sempat mengalami koreksi di bulan September.

Summary

Penurunan tingkat suku bunga acuan akan menyebabkan bunga deposito dan tabungan di perbankan menjadi tidak menarik. Jika demikian, masyarakat biasanya akan mencari alternatif investasi yang memberikan imbal hasil lebih tinggi yaitu di pasar modal. Apabila banyak Investor yang mengalihkan dananya ke saham di pasar modal akibat penurunan suku bunga, akan menyebabkan pula kenaikan harga saham di Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dan begitupun sebaliknya. Namun penurunan suku bunga tersebut tidaklah selalu berdampak pasti terhadap pergerakan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG), terbukti sejak awal tahun hingga bulan Maret 2020 Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengalami penurunan sebesar -27% dan kembali melanjutkan kenaikannya di bulan April 2020 hingga sekarang sebesar +17% meskipun sempat mengalami koreksi di bulan September. Maka dari itu, sebagai investor cara berinvestasi bukanlah menentukan kapan waktu yang tepat untuk memulai berdasarkan suku bunga akan naik atau turun, namun berinvestasi sesuai dengan tujuan keuntungan dengan melihat kinerja fundamental suatu perusahaan.

saham apa yang menarik untuk ditradingkan hari ini?

Join Private Trading Room untuk mendapatkan rekomendasi lengkap dengan dengan analisa dan trading plan. Selain itu anda akan mendapatkan panduan beli sampai dengan jual dan juga berkonsultasi terkait portofolio (selengkapnya tentang PTR)

Bergabung sekarang disini

Market Intelligent: Diana AP
Editor: Yusuf Efendi

Social Share