Close

Perbedaan Pullback Dengan Throwback

Mungkin anda sering mendengar istilah pullback saat menonton YEFTalk. Namun banyak pelaku pasar tidak memahami arti istilah pullback itu sendiri. Pullback adalah salah satu istilah yang sering digunakan dalam analisa teknikal. Lawan dari pullback adalah throwback, dimana banyak analis-analis pemula sering terbalik memahami keduanya. Bahkan, kami mendapati ada yang menyamakan kedua istilah yang sebenarnya berlawan ini.

Apa itu Pullback dan Throwback?

Pullback adalah pola yang terjadi ketika harga saham bergerak downtrend dan menembus ke bawah sebuah support dan membentuk sebuah support baru. Kemudian harga saham mengalami rebound dan bergerak naik kembali ke support sebelumnya yang sekarang berubah menjadi resist baru.

Baca Juga: Basic Analisa Teknikal: Pentingnya Memahami Support dan Resist Dalam Trading Saham

Pullback merupakan koreksi dari trend turun, yang arti lainnya pullback adalah sebuah kenaikan semu di dalam trend turun. Setelah pullback ini selesai, harga akan kembali melanjutkan trend turun.

Secara visual pullback dapat terlihat seperti gambar berikut :

Lalu bagaimana dengan throwback?

Throwback pada prinsipnya merupakan kebalikan dari pullback. Throwback terjadi ketika harga saham menembus batas resist dan terus bergerak naik, kemudian berbalik arah turun menuju batas resist sebelumnya yang kini telah menjadi batas support. Setelah throwback selesai, harga akhirnya memantul lagi melanjutkan uptrend.

Adapun ilustasinya dapat dilihat seperti gambar berikut :

Seperti gambar di atas, throwback merupakan sebuah koreksi dari trend naik. Artinya, throwback adalah sebuah penurunan semu di dalam trend naik. Setelah throwback ini selesai harga akan kembali melanjutkan tren naik.

Meskipun hanya sebuah istilah, jika anda serius menekuni analisa teknikal dan trading yang sangat berfokus pada pergerakan harga, maka anda wajib memahaminya dan mempraktikannya.

Baca Juga: Membaca Pola Harga Untuk Meraih Profit Maksimal (Part 1)

Lalu bagaimana menyikapi pullback dan throwback ini?

Poin terpenting bagi seorang trader atau investor dalam menyikapi pullback dan throwback adalah fokus pada trading plan atau investing plan. Misalkan anda ingin memanfaatkan sebuah pullback untuk trading swing, atau ingin menjual posisi yang kurang tepat akibat beli terlalu tinggi, maka anda wajib menunggu momentum pullback ini terjadi.

Kesimpulan

Pullback dan throwback merupakan fase koreksi dari sebuah tren harga, dimana pullback adalah kenaikan dalam tren turun sedangkan throwback adalah penurunan dalam tren naik.

Istilah ini penting untuk dipahami para trader maupun investor, agar dapat lebih baik dalam menganalisa dan membaca pergerakan harga saham. Sehingga diharapkan akan menghasilkan keputusan yang baik dalam melakukan aksi jual beli saham.

Pada edisi berikutnya kami akan lanjutkan dengan cara mengukur potensi pullback dan throwback eksklusif untuk member Private Trading Room (PTR).

Dengan bergabung ke layanan Private Trading Room (PTR) selain mendapatkan riset eksklusif teknikal, anda akan mendapatkan panduan dengan sistem trading terbaik secara lengkap, seperti rekomendasi, instruksi beli sampai dengan jual, dan anda juga dapat berkonsultasi terkait portofolio dan trading plan.

Daftar sekarang
Link registrasi :
yefadvisor.com/register

Market Educator: Danny Ramadhan
Editor: Avicenna JM
Graphic Designer: Hayu Winursita Linuhung

Social Share