Close

IHSG Masih Fluktuatif

Pergerakan IHSG minggu ini cukup berfluktuatif. Sejak tanggal 14 September hingga perdagangan 18 September 2020  IHSG secara akumulutatif menguat +0,85%. Akhir pekan kemarin, tanggal 18 September 2020 IHSG ditutup menguat sebesar +0,41 meskipun hari-hari sebelumnya penurunannya cukup mengkhawatirkan. Penurunan terdalam minggu ini, terjadi pada tanggal 15 September 2020 sebesar -1,18% turus drastis dari hari sebelumnya yang menguat +2,89%. Hal tersebut menimbulkan panic selling yang mengakibatkan kondisi di hari selanjutnya ditanggal 16-17 September 2020 masih tetap lemah.

Lalu bagaimana kelanjutkan pergerakan IHSG minggu ini ?

Saat ini pergerakan harganya masih dalam rentang 4924-5190. Pada penutupan pasar di tanggal 18 September 2020 IHSG menguat sebesar 0,413%. Dalam analisa Wave saat ini IHSG dalam wave besar memasuki wave C sedangkan untuk wave kecil, IHSG memasuki trand (a) turun, Proyeksi ke depan, IHSG masih berpotensi turun menguji support diharga 4924. Apabila tidak berhasil rebound, akan melanjutkan penurunannya menuju support selanjutnya diharga 4708 atau lebih dalam.  

Untuk minggu depan, Sentimen yang mempengaruhi pergerakan IHSG diantaranya beberapa agenda yang akan dilaksanakan minggu depan diantaranya China menjalankan mekanisme kebijakan PBOC (People bank of china) terkait Loan Prime Rate (LPR). Amerika dan Jerman akan merilis data manufacturing PMI, Bank of Japan yang akan mengeluarkan kebijakan moneter (Monetary Policy Statement),  German IFO Climate Index, US Initial Jobless Claims dan US Crude oil inventories yang kemungkinan akan mempengaruhi psikologi pasar. Sedangkan dari dalam negeri untuk minggu ini tidak ada agenda ekonomi.

Apa saham yang menarik untuk trading minggu depan?

Kami telah sajikan eksklusif untuk member Private Trading Room

Stockcall Rekomendasi 20/9/20

Jika anda belum jadi member Private Trading Room, silahkan melakukan registrasi melalui link dibawah ini untuk mendapatkan akses rekomendasi Stockcall mingguan

Market Intelligent: Dianita A
Editor: Yusuf Efendi

Social Share