Close

3 Kesalahpahaman Tentang Dividen Saham

Setiap investor pastinya memiliki strategi investasi yang berbeda-beda antara satu dengan yang lainnya. Ada investor yang memilih strategi Capital Gain dan ada pula yang lebih memilih Dividen karena dianggap lebih aman dan minim risiko. Terlepas dari apapun strateginya, banyak dari investor terutama para investor pemula yang masih sering kali mengalami kesalahpahaman tentang kedua strategi tersebut. Akibatnya, banyak dari investor tersebut yang terjebak dengan strateginya sendiri karena dari awal sudah salah mengartikan strategi tersebut dan akhirnya mengalami kerugian.

Sebagai investor, wajib mengetahui beberapa misconception tentang dividen saham. Dengan mengetahui kesalahan-kesalahan persepsi tersebut nantinya diharapkan tidak terjebak lagi dalam pemahaman yang salah tentang strategi investasi.

Berikut ini kesalahpahaman investor pemula terhadap dividen saham.

1. Semakin besar Dividend yield maka semakin baik

Umumnya investor pemula yang baru belajar tentang rasio-rasio keuangan seperti Dividend Yield menganggap mencari imbal hasil dari dividen, adalah mencari emiten yang memiliki dividen yield yang paling tinggi. Pada beberapa kasus ini dapat dibenarkan, namun Dividend Yield yang terlalu tinggi juga bisa mengindikasikan bahwa sedang terjadi kemunduran bagi bisnis emiten itu sendiri.

Perlu di ingat bahwa dividen merupakan laba bersih atau keuntungan bersih yang dibagikan emiten untuk para pemegang sahamnya. Ketika emiten memberikan dividen terlalu besar maka emiten tentunya tidak lagi menggunakan laba bersih tersebut untuk melakukan ekspansi bisnisnya dan hal ini menjadi indikasi bahwa ada potensi terjadi kemunduran bagi emiten tersebut kedepannya. Hal inilah yang harus diperhatikan para investor, agar tidak terjebak pada emiten yang memberikan Dividend Yield tinggi namun perkembangan bisnisnya tersendat atau stagnan.

2. Menunggu keuntungan dari dividen adalah sesuatu yang membosankan

Banyak juga investor yang menganggap bahwa menunggu pembagian dividen membutuhkan waktu yang lama dan membosankan jika dibandingkan dengan Capital Gain. Hal ini bisa dimaklumi karena pembagian dividen biasanya hanya 1 hingga 2 kali dalam setahun. Namun, jika itu adalah sebuah tujuan investasi seharusnya tidak akan membosankan. Karena dividen yang dibagikan oleh emiten biasanya tidak sama besar setiap tahunnya dan ada potensi pertumbuhan atau penurunan yang menjadi menarik untuk ditunggu bagi investor tersebut. Jadi, anggapan bahwa mencari keuntungan dari pembagian dividen adalah sesuatu yang membosankan adalah sesuatu yang salah.

3. Strategi dividen selalu aman dan minim risiko

Strategi mencari keuntungan dari dividen seringkali dianggap merupakan strategi investasi yang paling aman dan dapat diandalkan. Namun, pada kenyataannya seringkali dividen dimanfaatkan oleh emiten untuk menenangkan para investor yang frustasi karena harga saham emiten tersebut tidak bergerak atau bahkan terus mengalami koreksi. Hal ini seringkali digunakan oleh emiten untuk tetap menjaga investor mereka agar tidak pergi dan tetap berinvestasi. Langkah ini merupakan sebuah hal yang buruk dan berpotensi merugikan investor apabila pada titik tertentu bisnis mengalami masalah. jadi investor yang suka dengan dividen harus memastikan dividen itu adalah hasil dari pertumbuhan bisnis perusahaan itu sendiri.

Kesimpulan

Strategi investasi yang berorientasi pada dividen merupakan sebuah hal yang menarik dan sejak dulu banyak diterapkan oleh para investor jangka panjang. Namun, sebagai investor kita harus memiliki tujuan dan mindset yang tepat untuk menghindari kesalahpahaman tentang dividen.

Apakah saat ini anda sedang mencari saham-saham yang rajin bagi dividen namun layak investasi jangka panjang?

Join Private Investing Room Reguler atau Syariah untuk mendapatkan rekomendasi saham layak investasi lengkap dengan investing plannya. serta anda dapat berkonsultasi terkait portofolio yang anda miliki saat ini

Market Intelligent: Danny Ramadhan
Editor: Ajeng SW

Social Share