
Saham Petrosea (IDX: $PTRO) mengalami lonjakan harga yang luar biasa, meningkat hingga 4600% dalam waktu singkat. Kenaikan ini menarik perhatian investor, tetapi pertanyaan yang muncul adalah: apakah kenaikan ini didukung oleh fundamental perusahaan atau sekadar euforia pasar yang berisiko bubble? Mari kita analisis lebih dalam.
PTRO | 9m 2023 | 9m 2024 | YTD Growth |
Revenue | 6,486 | 7,722 | 19.06% |
Net Income | 166 | 48 | -71.08% |
NPM | 2.56% | 0.62% |
Kinerja keuangan Petrosea menunjukkan kontras antara pertumbuhan pendapatan dan penurunan laba bersih. Pendapatan pada 9M 2024 tercatat sebesar IDR 7,722 miliar, tumbuh 19.06% YoY dari IDR 6,486 miliar pada 9M 2023. Namun, laba bersih justru mengalami penurunan drastis sebesar -71.08% YoY menjadi IDR 48 miliar pada 9M 2024, dengan net profit margin (NPM) turun signifikan dari 2.56% menjadi hanya 0.62%

Tren ini juga terlihat pada laba bersih tahunan 2023 yang anjlok 70.07% YoY menjadi IDR 192 miliar dari IDR 642 miliar pada 2022. Penurunan ini kemungkinan besar disebabkan oleh meningkatnya beban operasional, yang naik dari IDR 539 miliar pada 2022 menjadi IDR 722 miliar pada 2023, serta efisiensi perusahaan yang semakin menurun meskipun pendapatan bertumbuh.
Jika melihat lonjakan harga saham $PTRO hingga lebih dari 4000% tanpa pertumbuhan laba yang sebanding, terdapat indikasi kuat bahwa saham Petrosea mengalami overvaluasi atau bahkan bubble. Jika kenaikan ini lebih didorong oleh spekulasi tanpa dukungan kinerja keuangan yang solid, terdapat risiko koreksi tajam di masa mendatang. Oleh karena itu, investor disarankan untuk lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan investasi dan mempertimbangkan valuasi perusahaan secara menyeluruh sebelum terjebak dalam euforia pasar yang berlebihan.
Bagaimana analisa teknikal $PTRO?
Berapa Target turun terdekat?
simak di Target Price Edisi 25 Februari 2025