Pada perdagangan minggu pertama Desember 2025, IHSG ditutup menguat signifikan sebesar +1,46%. Penguatan ini tidak terjadi secara tunggal, namun didorong oleh kombinasi sentimen global maupun domestik. Dari eksternal, ekspektasi pemangkasan suku bunga The Fed dengan probabilitas mencapai 84% menjelang pengumuman pekan depan memicu optimisme investor terhadap pasar emerging, termasuk Indonesia. Hal ini mendorong aliran dana asing masuk ke saham-saham konstituen MSCI pasca-rebalancing indeks, menjadi penopang utama pergerakan IHSG. Di sisi domestik, penguatan rupiah terhadap dolar AS serta komitmen Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa untuk menghadirkan insentif fiskal bagi investor ritel turut meningkatkan kepercayaan pasar. Sentimen positif juga datang dari kenaikan harga komoditas global, seperti emas dan CPO, yang memberikan dorongan pada sektor energi dan barang baku. Selain itu, potensi terjadinya Santa Claus Rally, dengan pola musiman Desember yang historisnya mencatat rata-rata penguatan 2,62%, dipadukan dengan likuiditas tinggi dan meningkatnya aliran dana domestik, membuat sektor teknologi dan industri cyclical tampil memimpin penguatan harian IHSG.
Bagaimana Potensi Selanjutnya?

Secara teknikal, saat ini IHSG masih menguji support 8621. Apabila tertembus, IHSG berpotensi melanjutkan penurunan dengan target menutup gap area 8565-8530.
Saham apa yang menarik untuk ditradingkan minggu ini?

Ini adalah salah satu saham yang paling menarik untuk ditradingkan minggu ini. Karena saham ini berhasil break dan tutup di atas resistnya. Saham ini berpotensi melanjutkan kenaikan dengan potensi upside mencapai 9% sampai dengan 20%. Menariknya, risk dapat dibatasi di 5%
Temukan sahamnya di Stockcall Edisi 7 Desember 2025
Cara Daftar :
Ketik : PTR – Nama Lengkap – Domisili – WA – Email
kirim ke telegram @admYEF / Whatsapp 0813-2121-5611
