Close

Target Pelemahan Rupiah Terhadap Dollar AS Rp 17.000

Sejak Bulan Oktober, Mata uang rupiah konsisten mengalami pelemahan terhadap US Dollar. Dalam periode ini rupiah tercatat melemah dari 15100 dan menyentuh level 16000.

Pelemahan rupiah disebabkan oleh beberapa faktor dibawah ini

1. The FED Menahan Suku Bunga Acuan

Kebijakan moneter ketat oleh Federal Reserve mempertahankan suku bunga acuan diatas 4.75% membuat dolar AS lebih menarik bagi investor global, sehingga meningkatkan permintaan terhadap USD.

2 Konflik Geopolitik

Meluasnya Konflik geopolitik seperti Konflik Rusia-Ukraina dan Timur Tengah. Hal ini dapat meningkatkan risiko resesi, atau guncangan ekonomi global. Sehingga kondisi ini dapat mendorong investor untuk mengalihkan investasi ke aset “safe haven” seperti USD.

3. Penurunan Komoditas Andalan

Penurunan Harga Komoditas Dunia: Penurunan harga ekspor utama Indonesia (seperti, batubara, atau nikel) dapat mengurangi penerimaan devisa, melemahkan nilai rupiah.

4. Risiko Utang Luar Negeri

Sejak pandemi rasio utang terhadap GDP melonjak signifikan. Hal ini dapat memicu kekhawatiran risiko gagal bayar sehingga menyebabkan investor menarik dana untuk menghindari risiko tersebut

5. Capital Outflow

Kondisi ini menyebabkan investor asing menarik dana mereka dari pasar Indonesia untuk mencari peluang investasi yang lebih aman atau menguntungkan di luar negeri. Tekanan jual menyebabkan IHSG turun dari 7900an ke 7100an dalam waktu kurang dari 3 bulan!

Target Price $USDIDR

Secara teknikal rupiah masih didalam tren pelemehan. Dalam waktu dekat kami perkirakan rupiah bisa kembali ke atas 16400an dan untuk target ekstensi pelemahan kami pekirakan dikisaran 16800-17000 yang dapat dicapai awal tahun 2025.

Disclaimer on

Targetprice merupakan hasil analisa YEF Advisor, tidak ada kepentingan untuk mengajak beli ataupun jual. Jadilah pembaca yang bijak, analisa lagi, kalkulasi risiko sebelum mengambil keputusan investasi dan trading saham.

Social Share