Close

2 Emiten Perbankan LQ45 Yang Membukukan Kinerja Kurang Baik di Kuartal Pertama 2020

Setelah pada artikel sebelumnya kami membahas emiten perbankan LQ45 dengan kinerja terbaik, kali ini kami akan membahas emiten perbankan LQ45 yang kinerjanya kurang baik.

Lalu, emiten apa saja yang masuk dalam kategori kinerja kurang baik pada kuartal pertama ini?

PT Bank Tabungan Negara Tbk ($BBTN)

$BBTN sebenarnya membukukan kinerja positif pada revenuenya. Revenue $BBTN pada kuartal pertama 2020 ini masih tumbuh tipis sebesar +1,6% atau dari periode yang sama tahun lalu sebesar Rp 6,08 triliun rupiah menjadi 6,175 triliun rupiah pada tahun ini. Namun kinerja positif pada top line ternyata tidak diikuti oleh kinerja bottom line $BBTN. Net income justru mengalami penurunan yang cukup signifikan yaitu sebesar -36,8% atau yang di kuartal pertama tahun sebelumnya mampu meraup laba bersih sebesar 723 miliar rupiah, namun di kuartal pertama 2020 ini hanya mampu menghasilkan net income sebesar 457 miliar rupiah. Penyebabnya adalah pertumbuhan kredit yang mengalami penurunan. Pada tahun 2019 lalu rerata pertumbuhan kredit $BBTN adalah 6,3%, namun pada triwulan awal 2020 ini pertumbuhan kredit $BBTN hanya sebesar 4,5%. Meskipun bertumbuh namun angkanya lebih kecil dibanding tahun sebelumnya. Hal ini dapat dimaklumi, terutama karena adanya pandemi COVID-19 yang menyebabkan daya beli masyarakat terhadap kepemilikan rumah tentunya akan menurun jika dibanding sebelum munculnya wabah ini.

PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk ($BBRI)

Kinerja emiten perbankan milik pemerintah lain BBRI juga mengalami hasil yang kurang memuaskan di kuartal pertama 2020 ini. Meskipun berhasil membukukan kinerja yang positif pada pos pendapatan, dimana revenue berhasil tumbuh pada kuartal pertama ini sebesar 7,2% secara year on year atau dari yang sebelumnya 30,6 triliun rupiah menjadi 32,8 triliun rupiah. Namun, net income $BBRI justru mengalami penurunan tipis sebesar -0,3% secara year on year atau dari yang sebelumnya 8,196 triliun rupiah pada kuartal pertama 2019 menjadi hanya 8,17 triliun rupiah.

Penyebabnya adalah kerugian yang dibukukan anak usaha seperti BRI Agro dan BRILife karena kondisi pasar yang menurun. Sementara itu kinerja perbankan $BBRI masih cukup memuaskan, penyaluran kredit $BBRI justru tumbuh sebesar 10,05% secara year on year menjadi 930,73 triliun rupiah. Pertumbuhan ini utamanya ditopang oleh kredit UMKM yang meningkat menjadi 78% bagi total portofolio kredit $BBRI. Prediksi kami di kuartal kedua nanti, justru $BBRI berpotensi mengalami penurunan kinerja lagi karena mulai terdampak oleh pandemi COVID-19 yang menyebabkan harus dilakukannya restrukturisasi kredit dan penurunan kinerja dampak COVID-19 baru akan tergambar nyata di kuartal kedua nanti.

Kesimpulan

Penurunan kinerja emiten perbankan LQ45 seperti $BBTN dan $BBRI masih belum sepenuhnya dikarenakan pandemi COVID-19. Efek penurunan kinerja akibat pandemi ini menurut kami nantinya akan terealisasi pada kinerja kuartal kedua tahun 2020 ini. Hal ini bisa terlihat dari kegiatan perekonomian dan segala sektor bisnis yang mulai melambat sejak bulan April dimana pemberlakuan kebijakan pemerintah yaitu PSBB mulai diperketat.

Sejak awal tahun kedua saham baik itu BBTN ataupun BBRI sudah mencatatkan penurunan harga saham yang sangat signifikan, BBTN tercatat mengalami penurunan sebesar -46% sedangkan BBRI -31%.

Jika anda melakukan investasi pada kedua saham dan beli diharga yang cukup premium tentu sedang berfikir apakah penurunan ini akan semakin dalam apalagi proyeksi kinerja fundamental kedepan masih akan negatif

Tenang, Konsultasikan kepada tim advisor kami sebelum anda memutuskan untuk divestasi ataupun menambah investasi. Tim kami akan memberikan rekomendasi saham-saham layak investasi lengkap dengan investing plan agar investasi anda lebih baik dan menguntungkan dalam jangka panjang

Join Private Investing Room sekarang juga

Market Intelligent: Danny Ramadhan
Editor: Novi DA

Social Share