
PT Cisarua Mountain Dairy Tbk $CMRY membukukan kuartal terkuat dalam sejarahnya sejak IPO 2021. Pertumbuhan pendapatan 27,9% YoY melampaui konsensus dan panduan manajemen 15–20% mengkonfirmasi tesis kami bahwa penetrasi distribusi di luar Jawa dan akselerasi segmen dairy premium memasuki fase pertumbuhan struktural, bukan siklikal. Pengumuman ekspor perdana yogurt ke Vietnam (6 Mei 2026) menjadi katalis ekstra yang belum sepenuhnya terapresiasi oleh pasar.
Key Insight YEF: Pertumbuhan revenue +27,9% YoY diraih tanpa kenaikan harga jual (ASP flat) murni berbasis volume. Ini sinyal demand yang organik dan kuat, bukan efek inflasi harga.

Spotlight Segmen Dairy: Pertumbuhan 51,8% YoY merupakan angka yang luar biasa dalam industri FMCG dengan baseline yang sudah besar. Ini mencerminkan kombinasi: (1) perluasan cold-chain ke Kalimantan & Sulawesi, (2) momentum Cimory UHT di mass market, dan (3) keberhasilan produk inovasi Eatmilk Matcha & Cimory Yogurt Bites Kurma Almond yang mengangkat ASP mix.
Analisis Margin — Mengurai Kompresi

Kompresi gross margin sebesar 120 bps menjadi 43,2% terutama disebabkan lonjakan harga Whole Milk Powder (WMP) di pasar global dan penguatan relatif USD terhadap IDR karena CMRY masih bergantung pada impor sebagian bahan baku susu. Namun, yang krusial untuk dicatat: EBIT tumbuh lebih kencang (+24,3%) dibandingkan laba bersih (+15,7%). Ini mengindikasikan tekanan datang dari sisi beban keuangan (financial income turun ke Rp 67 miliar dari Rp 88,8 miliar) dan bukan dari deteriorasi bisnis inti.
Perbedaan Laba vs EBIT: Gap antara EBIT growth (+24,3%) dan net profit growth (+15,7%) perlu dimonitor. Penurunan pendapatan keuangan hingga -24,5% YoY mengurangi “buffer” kas yang biasanya mendukung laba bersih. Ke depan, efisiensi manajemen kas idle menjadi area perhatian.
Valuasi Komparatif

Premium valuasi CMRY (P/E 16x vs 13x sektor) kami nilai sebagai wajar, bahkan berpotensi masih murah secara forward basis. Dengan Q1 2026 yang sudah mencapai Rp 3,11 triliun (annualized ~Rp 12,44 triliun) dan manajemen baru menaikkan guidance ke 15–20%, ada kemungkinan besar consensus analyst akan merevisi naik angka FY2026 dalam beberapa pekan ke depan.
Ekspansi Ekspor Tesis Pertumbuhan Jangka Panjang
Pada 6 Mei 2026 satu hari setelah laporan Q1 ini dirilis CMRY melakukan pengiriman perdana yogurt ke Vietnam sebanyak dua kontainer senilai USD 65.000 (Rp 1,13 miliar), difasilitasi oleh Ditjen PEN Kementerian Perdagangan RI. Meski nominalnya masih sangat kecil terhadap total revenue, ini merupakan katalis strategis yang memiliki implikasi jangka menengah-panjang yang signifikan.
Konteks Makro Ekspor: Ekspor dairy products Indonesia Jan–Feb 2026 mencapai USD 14,81 juta, naik 63,43% YoY. Khusus yogurt, ekspor Indonesia ke dunia mencapai USD 1,45 juta pada periode yang sama, tumbuh 50,30% YoY. CMRY berada di momentum industri yang tepat.

Secara historis, kontribusi ekspor CMRY masih sangat minim hanya 0,8% dari total penjualan FY2024, dan naik ke sekitar 1% di FY2025 (Rp 108,72 miliar). Kecilnya angka ini justru mengindikasikan optionalitas pertumbuhan yang belum dieksploitasi.
Analisis Risiko
- Volatilitas Harga WMP (Whole Milk Powder): Komponen biaya terbesar CMRY. Kenaikan harga WMP global (driven by El Niño impact pada padang susu Eropa & Oceania) sudah menekan gross margin 120bps di Q1. Bila berlanjut ke Q2-Q3, risiko margin compression lebih lanjut nyata.
- Pelemahan Rupiah: Impor bahan baku dalam denominasi USD membuat CMRY rentan terhadap depresiasi IDR. Laba atas selisih kurs sudah turun dari Rp 4,83 miliar menjadi Rp 1,45 miliar di Q1 2026.
- Daya Beli Konsumen Domestik: Segmen mass market sensitif terhadap penurunan real income. Meski CMRY bermain di premium, konsolidasi Indomarco (-5,6% vs 2024) mengindikasikan tekanan di channel modern trade. Diversifikasi ke Miss Cimory (GT) adalah langkah defensif yang tepat.
- Risiko Skala Ekspor: Ekspor ke Vietnam masih dalam tahap rintisan (2 kontainer). Risiko berupa penerimaan konsumen yang lebih lambat, regulasi label/standar Vietnam yang berbeda, dan kompetisi dari brand regional (Vinamilk). Monetisasi ekspor membutuhkan 2–3 tahun untuk material.
- Kenaikan Beban Liabilitas: Liabilitas naik 9,2% dari Des 2025 ke Rp 2,13 triliun di Q1 2026. Namun D/E masih sangat sehat di 0,29x — jauh dari level yang mengkhawatirkan. Monitor utang usaha & utang pajak sebagai proxy siklus operasional.

CMRY sudah ada di portofolio rekomendasi PIRS sejak Maret 2026. Saat mayoritas investor menjauhi saham ini di tengah tekanan indeks dan kekhawatiran margin, YEF Advisor justru mengidentifikasi momentum akumulasi dan merekomendasikan entry kepada seluruh member PIRS dan PIR jauh sebelum laporan Q1 yang impresif ini dirilis ke publik.
Informasi Eksklusif Member PIRS
- Analisa fundamental & proyeksi pertumbuhan CMRY 3 tahun mendatang
- Target akumulasi lanjutan CMRY
- Target harga jangka panjang (18–24 bulan)
- Strategi exit & manajemen posisi portofolio CMRY
- Alert real-time update setiap perkembangan material CMRY
Selain itu ada 5 saham rekomendasi yang ada diportofolio sangat menarik untuk diakumulasi karena anda mendapatkan harga dibawah rekomendasi PIRS!
