
Pada perdagangan terakhir, IHSG mengalami tekanan ekstrem dan sempat jatuh lebih dari -4% hingga menyentuh level terendah di area 6398. Pelemahan ini menjadi salah satu penurunan intraday terbesar dalam beberapa waktu terakhir dan mencerminkan tingginya tekanan panic selling di pasar domestik pasca sentimen MSCI serta tekanan foreign outflow yang masih berlangsung.
Namun menariknya, setelah memasuki area panic low tersebut, IHSG mulai menunjukkan rebound signifikan pada sesi 2 dan akhirnya ditutup di level 6599, sangat dekat dengan area target support penurunan 6600 yang sebelumnya telah kami antisipasi.
Pergerakan ini penting untuk dicermati karena munculnya rebound kuat setelah panic selling biasanya menjadi indikasi awal bahwa market mulai memasuki fase pencarian bottom jangka pendek.
Meskipun demikian, perlu ditegaskan bahwa: rebound saat ini masih bersifat technical rebound dan belum mengonfirmasi pembalikan tren utama (trend reversal).
Secara teknikal, IHSG kini berada dalam fase yang sangat menentukan.
Apabila rebound mampu bertahan:
- terdapat peluang technical rebound menuju area 6600 – 6700
- dan level penting berikutnya yang perlu diperhatikan berada di kisaran 6800 – 6949
Area tersebut akan menjadi: level konfirmasi apakah market hanya rebound sementara…
atau mulai membentuk struktur pemulihan yang lebih kuat.
Dengan kata lain fase market saat ini sangat sensitif terhadap sentimen, foreign flow, serta respons investor terhadap area support psikologis.
Pada edisi kali ini, kami juga mengulas salah satu faktor penting yang saat ini sangat mempengaruhi market Indonesia:
