
Pada perdagangan terakhir, IHSG kembali melanjutkan penurunan signifikan -3% dan telah menembus area support 7260 (Fibonacci Retracement 0.618). Pelemahan ini terutama dipicu oleh tekanan lanjutan pada saham-saham big caps perbankan seperti BBCA, BBRI, dan BMRI, yang masih menjadi penopang utama arah indeks.
Kegagalan IHSG untuk melakukan rebound dari area FR 0.618 mengindikasikan bahwa tekanan jual masih dominan dan struktur market saat ini cenderung memasuki fase konsolidasi dalam tren turun.
Secara teknikal, IHSG memiliki potensi melanjutkan pelemahan menuju area gap di 6971. Area ini menjadi level penting karena:
- Merupakan gap support yang secara historis berpotensi menjadi area reaksi beli
- Berpeluang menjadi titik reversal apabila terjadi akumulasi signifikan
- Membuka skenario terbentuknya pola double bottom sebagai dasar pembalikan arah
Namun, hingga terdapat konfirmasi yang valid, bias pergerakan IHSG masih cenderung bearish.
Strategi Pendekatan Saat Ini:
• Wait & see
→ Hindari entry agresif sebelum ada konfirmasi rebound yang jelas
• Perbesar porsi cash
→ Prioritaskan manajemen risiko di tengah volatilitas tinggi
• Mulai screening saham mover potensial
→ Identifikasi saham yang berpotensi menjadi penggerak saat rebound IHSG terjadi
• Disiplin dan sabar menunggu momentum
→ Fokus pada kualitas peluang, bukan frekuensi transaksi
Pada market update kali ini, kami juga mengulas kinerja terbaru saham $BBCA yang harga sahamnya masih dalam tekanan tren turun
Kesimpulan:
IHSG saat ini berada dalam fase bearish dengan potensi lanjutan penurunan menuju area 6971, meskipun terdapat peluang terbentuknya reversal pattern pada level tersebut.
Pendekatan terbaik adalah tetap defensif, sabar, dan selektif, sambil mempersiapkan watchlist untuk mengantisipasi peluang saat momentum rebound mulai terbentuk.
