Close

YEF Market Update 29 Juni 2026

Pada perdagangan terakhir, IHSG kembali mengalami tekanan jual dan turun signifikan hingga kembali menguji area support di kisaran 5.890. Pelemahan ini menunjukkan bahwa tekanan jual masih mendominasi pasar setelah reli teknikal yang terjadi pada pertengahan Juni.

Secara teknikal, kegagalan IHSG mempertahankan area support tersebut membuka peluang berlanjutnya fase koreksi wajar (healthy correction) menuju area support berikutnya. Selama belum muncul sinyal pembalikan tren (reversal) yang kuat, skenario koreksi masih menjadi skenario utama.

Di sisi lain, kondisi ini belum mengubah pandangan kami terhadap prospek investasi jangka panjang. Justru koreksi yang terjadi mulai membuka kembali peluang akumulasi pada saham-saham berfundamental kuat dengan valuasi yang semakin menarik.

Ketidakpastian juga masih membayangi pasar setelah MSCI mempertahankan status Indonesia sebagai Emerging Market, namun memperpanjang masa evaluasi hingga November 2026. Hal tersebut membuat investor asing masih cenderung berhati-hati sambil menunggu implementasi reformasi pasar modal Indonesia.

Strategi Trading & Investing

Untuk Trading

• Tetap defensif dan disiplin terhadap trading plan
→ Hindari entry agresif sebelum muncul konfirmasi teknikal.

• Fokus pada saham yang memiliki relative strength
→ Pilih saham yang mampu bertahan lebih baik dibanding IHSG.

• Gunakan alokasi terbatas
→ Volatilitas pasar masih relatif tinggi.

Untuk Investing

• Manfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi bertahap.

• Prioritaskan emiten dengan fundamental kuat dan valuasi menarik.

• Lakukan pembelian secara bertahap (scaling in), bukan sekaligus.

Kesimpulan

IHSG masih berada dalam fase koreksi yang sehat dan berpotensi melanjutkan penurunan menuju area support berikutnya sebelum membangun fondasi kenaikan baru.

Selama belum terdapat konfirmasi reversal, pendekatan yang kami sarankan tetap sama:

➡️ disiplin terhadap manajemen risiko,
➡️ trading secara selektif,
➡️ dan memanfaatkan pelemahan pasar untuk akumulasi investasi jangka panjang secara bertahap.

Dalam kondisi pasar seperti saat ini, kesabaran dan disiplin sering kali menjadi faktor yang lebih menentukan dibanding upaya mengejar setiap pergerakan harga.

Social Share