Close

IHSG 6000 : Sudah Murah Secara Valuasi!

Pekan perdagangan 18–22 Mei 2026 mencatatkan koreksi mingguan paling dalam sepanjang tahun 2026, dengan IHSG tergerus 8,35% ke level 6.162,04 dari 6.723,32 sepekan sebelumnya. Secara year-to-date, indeks telah melemah lebih dari 27% dari rekor tertinggi sepanjang masa di 9.134,70 yang dicapai pada 20 Januari 2026 menempatkan Indonesia sebagai indeks terburuk di Asia selama periode ini.

Intraday Jumat (22/5), IHSG sempat menyentuh 5.966,86 sebelum rebound menutup sesi di 6.162,04, menandakan adanya buying interest di zona psikologis 6.000. Kapitalisasi pasar BEI menyusut Rp1.190 triliun hanya dalam satu pekan, dari Rp11.825 triliun menjadi Rp10.635 triliun setara penurunan 10,07%.

Pelemahan IHSG sepanjang 2026 bukan fenomena tunggal, melainkan akumulasi tiga gelombang tekanan yang saling menguatkan:

GELOMBANG I — JAN 2026: Transparansi & Teguran MSCI

MSCI mempertanyakan transparansi bursa Indonesia, memicu trading halt dan arus keluar dana asing masif. BEI kemudian menaikkan minimum free float dari 7,5% ke 15%.

GELOMBANG II — FEB–MAR 2026: Konflik Geopolitik

Konflik AS–Iran mendorong harga minyak di atas USD 120/barel, menekan risk appetite global terhadap emerging market.

GELOMBANG III — APR–MEI 2026: Rebalancing MSCI Mei 2026

MSCI mengeluarkan 6 saham dari Global Standard Index dan 13 saham dari Global Small Cap Index. Penyesuaian portofolio efektif berlaku 29 Mei 2026, memaksa redemption masif.

GELOMBANG III — MEI 2026: Ketidakpastian Kebijakan Ekspor

Pembentukan PT Danantara Sumberdaya Indonesia sebagai pengendali ekspor komoditas (batu bara, sawit, nikel) menciptakan ketidakpastian regulasi yang menekan saham komoditas dan energi.

Dari sisi aliran modal, investor asing membukukan net sell Rp13,3T (Jan), Rp5,7T (Feb), Rp10,5T (Mar), Rp16,8T (Apr), dan Rp4,9T hingga pertengahan Mei 2026 total lebih dari Rp51 triliun sepanjang tahun berjalan. Rupiah ikut tertekan ke kisaran Rp17.600 per dolar AS, memperburuk profil risiko Indonesia di mata investor asing.


Apakah IHSG Sudah Murah & Level Bottom?

YEF Advisor melakukan penilaian valuasi IHSG melalui tiga pendekatan utama Price-to-Earnings Ratio (PER), Price-to-Book Value (PBV), dan Market Cap-to-GDP untuk menentukan apakah koreksi saat ini telah mencerminkan fundamental ekonomi yang sesungguhnya.

METRIKIHSG SAAT INI
(Level ~6.162)
RATA-RATA HISTORIS
5 Tahun
LEVEL -2 STD DEVPOSISI
Forward PER
Estimasi laba konsensus 2026
~11–12x14,5–16x~12xMURAH
PBV
Price-to-Book Value
~1,55–1,70x2,0–2,3x~1,6xMURAH
Dividend Yield
Estimasi imbal hasil dividen
~3,8–4,2%2,5–3,0%~3,5%MENARIK
Mkt Cap / GDP
Buffett Indicator Proxy
~52–55%55–65%~50%NETRAL-MURAH
Earnings Yield Spread
vs. SBN 10 tahun (~6,8%)
~8,3% vs 6,8%Spread historis ~1%POSITIF

Berdasarkan kalkulasi YEF Advisor, forward PER IHSG saat ini berada di kisaran 11–12x mendekati level minus dua standar deviasi dari rata-rata historis 20 tahun yang berada di kisaran 14,5–16x. Level serupa terakhir terjadi pada krisis COVID-19 Maret 2020, yang kemudian diikuti pemulihan signifikan. Dari sisi PBV, koreksi sebesar 27% dari ATH telah membawa rasio ini ke ~1,55–1,70x, dibandingkan rata-rata historis 2,0–2,3x.

Earnings yield IHSG (~8,3%) yang kini melampaui yield obligasi pemerintah 10 tahun (~6,8%) menciptakan spread positif 150bps secara relatif memberikan sinyal bahwa ekuitas lebih atraktif dibandingkan fixed income. Sementara itu, sektor perbankan yang menguasai porsi dominan IHSG diperdagangkan dengan PBV di bawah 1x untuk sejumlah emiten besar, hal ini adalah indikasi undervaluation.


Verdict: Murah Secara Valuasi, Tapi Belum Tentu Bottom

IHSG secara fundamental telah berada di zona undervalued berdasarkan mayoritas metrik historis. Namun “murah” dan “sudah di bottom” adalah dua hal yang berbeda. Harga bisa terus murah lebih lama dari yang diperkirakan pasar jika katalis negatif belum sepenuhnya terserap. IHSG saat ini berada dalam posisi valuasi paling rendah dalam hampir 20 tahun pada basis PER, namun masih menghadapi tekanan teknikal dan ketidakpastian kebijakan yang belum sepenuhnya terpricing-in.

DISCLAIMER — Dokumen ini diterbitkan oleh YEF Advisor semata-mata untuk tujuan informasi dan edukasi pasar modal. Perkiraan dan kalkulasi valuasi merupakan estimasi independen YEF Advisor berdasarkan data publik yang tersedia. Dokumen ini bukan merupakan ajakan untuk membeli, menahan, atau menjual instrumen investasi apa pun. Keputusan investasi sepenuhnya merupakan tanggung jawab investor.

Social Share