
Pada perdagangan Rabu (22 Juli 2026), IHSG bergerak fluktuatif di area resistance 6.300 dan akhirnya ditutup melemah tipis setelah sempat mengalami tekanan akibat aksi profit taking pada sejumlah saham berkapitalisasi besar seperti DSSA, BRPT, BBRI, serta beberapa saham unggulan lainnya.
Namun, tekanan jual mulai mereda pada sesi akhir perdagangan setelah Bank Indonesia memutuskan mempertahankan BI-Rate di level 5,75%, sesuai hasil Rapat Dewan Gubernur (RDG). Keputusan tersebut memberikan kepastian bagi pelaku pasar dan membantu menjaga sentimen positif di tengah tingginya ketidakpastian global.
Secara keseluruhan, koreksi yang terjadi masih tergolong wajar setelah reli kuat yang membawa IHSG berhasil keluar dari tren turun yang telah berlangsung sejak awal tahun.
Dari perspektif teknikal, belum terdapat perubahan pada skenario utama.
IHSG saat ini sedang melakukan proses konsolidasi sehat di area resistance 6.300, yang sebelumnya menjadi area supply pada bulan lalu. Koreksi dalam rentang 6.300 hingga 6.200 masih tergolong normal dan merupakan bagian dari proses pengujian kekuatan breakout (retest) sebelum melanjutkan kenaikan.
Selama IHSG mampu bertahan di atas area 6.200, struktur uptrend jangka pendek masih tetap terjaga.
Apabila tekanan jual mulai mereda dan indeks kembali mampu menembus resistance saat ini dengan dukungan volume transaksi yang meningkat, maka peluang melanjutkan penguatan menuju target teknikal berikutnya di area 6.723 masih terbuka.
Strategi Trading & Investing
Untuk Trading
- Tetap fokus pada saham yang belum mencapai target kenaikan.
- Manfaatkan koreksi sehat untuk mencari peluang entry dengan risk-reward yang menarik.
- Lakukan take profit pada saham yang telah mencapai target teknikal.
- Tetap disiplin terhadap stop loss dan manajemen risiko.
Untuk Investing
- Strategi belum berubah.
- Pertahankan komposisi portofolio yang sehat.
- Hindari menambah posisi pada saham yang telah mengalami kenaikan berlebihan.
- Siapkan dana apabila terjadi koreksi sehat untuk melakukan buy on weakness pada saham berfundamental kuat.
Strategi Trading & Investing
Untuk Trading
- Tetap fokus pada saham yang belum mencapai target kenaikan.
- Manfaatkan koreksi sehat untuk mencari peluang entry dengan risk-reward yang menarik.
- Lakukan take profit pada saham yang telah mencapai target teknikal.
- Tetap disiplin terhadap stop loss dan manajemen risiko.
Untuk Investing
- Strategi belum berubah.
- Pertahankan komposisi portofolio yang sehat.
- Hindari menambah posisi pada saham yang telah mengalami kenaikan berlebihan.
- Siapkan dana apabila terjadi koreksi sehat untuk melakukan buy on weakness pada saham berfundamental kuat.
BI Pertahankan BI-Rate, Apa Artinya bagi Pasar?
Sesuai ekspektasi Bank Indonesia mempertahankan BI-Rate di level 5,75% setelah sebelumnya menaikkan suku bunga secara agresif sejak Mei 2026. Keputusan ini diambil dengan mempertimbangkan stabilitas nilai tukar rupiah, inflasi yang masih terkendali, serta ketidakpastian ekonomi global yang tetap tinggi.
Bagi pasar saham, keputusan ini memberikan kepastian kebijakan moneter sehingga mampu meredakan kekhawatiran investor. Namun demikian, arah IHSG ke depan tetap akan dipengaruhi oleh arus dana asing, musim rilis laporan keuangan Semester I 2026, serta perkembangan ekonomi global.
Temukan saham layak trading dan investing lengkap dengan panduan beli sampai jual di layanan YEF Advisor
