
Pada perdagangan terakhir, IHSG berhasil ditutup menguat sekitar 0,9% setelah mengalami tekanan tajam pada penghujung Juni. Meskipun demikian, penguatan tersebut masih lebih tepat dipandang sebagai technical rebound dibanding sinyal awal pembalikan tren.
Dari perspektif teknikal, rebound yang terjadi belum mampu mengubah struktur pasar secara signifikan. IHSG masih gagal membentuk pola higher low di area 5.700, sehingga menunjukkan bahwa tekanan beli belum cukup kuat untuk mengonfirmasi dimulainya tren naik baru.
Dalam jangka pendek, area 5.700 menjadi level yang perlu diperhatikan sebagai resistance awal. Apabila IHSG kembali gagal menembus dan bertahan di atas level tersebut, maka peluang melanjutkan tren turun menuju area support berikutnya di kisaran 5.320 masih tetap terbuka.
Dengan demikian, kami menilai bahwa pergerakan saat ini masih berada dalam fase konsolidasi di tengah tren yang cenderung bearish. Konfirmasi teknikal masih diperlukan sebelum investor dapat mengadopsi strategi yang lebih agresif.
Strategi Trading & Investing
Untuk Trading
• Tetap selektif dan utamakan saham dengan relative strength.
• Manfaatkan momentum rebound hanya untuk trading jangka pendek.
• Disiplin melakukan take profit sesuai target.
→ Hindari mengubah trading menjadi investasi.
• Gunakan alokasi yang lebih konservatif.
→ Volatilitas pasar diperkirakan masih tinggi.
Untuk Investing
• Tetap manfaatkan koreksi sebagai peluang akumulasi bertahap.
• Prioritaskan emiten dengan fundamental kuat dan valuasi menarik.
• Terapkan strategi scaling in, bukan membeli seluruh posisi sekaligus.
Pada artikel selanjutnya kami akan membahas pertanyaan mengapa vonis hukum dapat menyebabkan IHSG turun
