
Pada perdagangan Jumat (3 Juli 2026), IHSG melanjutkan penguatan dengan kenaikan lebih dari 2%, memperpanjang fase rebound setelah mengalami tekanan tajam pada akhir Juni. Penguatan ini menunjukkan mulai pulihnya minat beli, meskipun indeks masih berada di bawah level konfirmasi pembalikan tren.
Secara teknikal, IHSG kini semakin mendekati area 6.000, yang kami nilai sebagai level konfirmasi penting. Apabila indeks mampu breakout dan ditutup konsisten di atas 6.000, maka struktur teknikal berpeluang membentuk pola higher low, yang menjadi sinyal awal berakhirnya fase koreksi dan membuka peluang kelanjutan technical pullback.
Dalam skenario tersebut, target kenaikan terdekat berada di area 6.260, dengan target lanjutan di kisaran 6.723 selama momentum dan volume transaksi tetap mendukung.
Namun hingga konfirmasi tersebut terjadi, kami masih memandang kenaikan saat ini sebagai bagian dari proses pemulihan yang memerlukan validasi lebih lanjut. Oleh karena itu, disiplin terhadap manajemen risiko tetap menjadi prioritas.
Strategi Trading & Investing
Untuk Trading
• Tetap selektif memilih saham dengan relative strength terbaik.
• Manfaatkan momentum rebound untuk trading jangka pendek.
• Disiplin melakukan take profit sesuai target dan hindari mengejar saham yang sudah mengalami kenaikan signifikan.
• Gunakan alokasi yang proporsional hingga IHSG memberikan konfirmasi breakout di atas 6.000.
Untuk Investing
• Strategi belum berubah tunggu koreksi dalam akumulasi.
• Prioritaskan saham berfundamental kuat yang telah berada pada area valuasi menarik.
• Lakukan akumulasi secara bertahap (scaling in) dan hindari penggunaan seluruh dana dalam satu waktu.
Perhatian pelaku pasar saat ini tertuju pada data perdagangan Indonesia. Untuk pertama kalinya sejak Mei 2020, Indonesia mencatat defisit neraca perdagangan sebesar US$1,61 miliar pada Mei 2026, mengakhiri tren surplus selama 72 bulan berturut-turut. Apakah kondisi ini sinyal bahaya? Kami sudah membuat analisanya, baca artikel dibawah ini:
