Close

Harga Minyak Memasuki Trend Bullish?

Komitmen Arab Saudi dan Rusia terhadap kesepakatan pemotongan produksi di tingkat Organization of the Petroleum Exporting Countries (OPEC+) atau organisasi negara-negara pengekspor minyak, menjadi faktor utama yang mendorong harga minyak dunia terus mengalami kenaikan seminggu terakhir.

Seperti yang kita sudah ketahui, Arab Saudi merupakan salah satu eksportir utama minyak dunia. Berdasarkan data US Energy Information Administration (EIA) per akhir bulan Juli lalu, produksi minyak Arab Saudi adalah 9,8 juta barel/ hari. Kemudian dalam kesepakatan OPEC+, Arab Saudi berjanji untuk mengurangi produksi menjadi sekitar 1,2 juta barel/ hari.

Teknikal Harga Minyak Dunia (CL)

Technical Chart Harga Minyak Dunia (CL)

Sejak awal September, harga minyak mengalami kenaikan dari level USD 53 per barel dan pada perdagangan terakhir berhasil mencapai USD 58. Secara teknikal, harga minyak sudah terkonfirmasi reversal dari tren minor turun yang terbentuk sejak bulan Mei 2019. Jangka pendek harga minyak masih memiliki potensi menguji resist USD 60-61 per barel. Apabila berhasil, potensi upside jangka pendek berada di level USD 66 per barelnya. Sedangkan dalam jangka menengah, harga minyak berpotensi melanjutkan pembentukan wave-3 dengan target puncak di USD 76-77 per barel.

Market Intelligent: Yusuf Efendi
Editor: Muhammad Avicenna Jauhar Maknun

Apa saja saham-saham yang menarik dan terdorong oleh kenaikan harga minyak?

Kami akan bahas khusus untuk member Private Trading Room (PTR) lengkap dengan trading plannya.

Link: https://yefadvisor.com/2saham-minyakbullish/

Jika anda belum jadi member Private Trading Room,
Daftar disini

Informasi layanan kami selengkapnya, dapat anda lihat di menu Layanan

Social Share