
Pada perdagangan 3 Juni 2026, IHSG mengalami tekanan sangat signifikan dan sempat jatuh hampir -5% intraday sebelum akhirnya ditutup melemah sekitar -4%. Pelemahan ini membawa IHSG turun hingga mendekati area 5882, yang sebelumnya telah kami proyeksikan sebagai target penurunan utama sejak bulan lalu.
Secara teknikal, pencapaian target tersebut menunjukkan bahwa market telah memasuki fase tekanan ekstrem. Namun penting dipahami bahwa tercapainya suatu target penurunan tidak otomatis menandakan market telah membentuk bottom.
Apabila area support saat ini gagal dipertahankan, maka IHSG masih memiliki potensi melanjutkan pelemahan menuju target berikutnya di kisaran 5751, yang merupakan area support lanjutan berdasarkan proyeksi teknikal jangka menengah.
Dengan kata lain: Market saat ini berada pada fase yang sangat kritis.
Area saat ini dapat menjadi:
- titik awal technical rebound yang signifikan,
atau - justru menjadi area distribusi sebelum pelemahan lanjutan.
Karena itu, disiplin terhadap manajemen risiko menjadi jauh lebih penting dibanding upaya menebak titik bottom market.
Saran Pendekatan Trading
Tetap defensif dan tidak agresif melakukan entry
→ Struktur tren utama masih bearish
• Hindari strategi all-in
→ Volatilitas masih sangat tinggi
• Fokus pada saham dengan fundamental kuat dan likuiditas tinggi
→ Prioritaskan kualitas dibanding spekulasi
• Siapkan watchlist saham diskon berkualitas
→ Peluang mulai bermunculan, tetapi timing tetap krusial
• Gunakan strategi akumulasi bertahap (scaling in)
→ Hindari mengambil seluruh posisi dalam satu harga
Salah satu penyebab utama kejatuhan IHSG kali ini adalah tekanan besar pada saham-saham perbankan yang selama ini menjadi tulang punggung indeks.
